Lombok Tengah, BarbaretoNews – Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI TIPIKOR) NTB menyatakan dukungan terhadap komitmen Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dukungan tersebut sekaligus menjadi seruan bagi seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kepemudaan (OKP), dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan serta tidak terpecah oleh kepentingan kelompok.
Ketua LI TIPIKOR NTB, Sapari, menegaskan bahwa menjaga keutuhan NKRI bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan kewajiban seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, perbedaan pandangan, pendapat, maupun kepentingan organisasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.
“Perbedaan pendapat, pandangan, dan perjuangan organisasi merupakan bagian dari demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut menjadi alasan untuk memecah belah bangsa. Mari kita bersatu menjaga keamanan, menghormati hukum, dan mempertahankan keutuhan NKRI,” tegas Sapari.
Ia juga mengajak seluruh organisasi untuk mendukung Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional, humanis, transparan, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, LI TIPIKOR NTB menilai kritik terhadap pemerintah maupun aparat penegak hukum merupakan hak masyarakat dalam negara demokrasi. Kendati demikian, kritik hendaknya disampaikan melalui mekanisme konstitusional, secara damai, dan bertanggung jawab.
LI TIPIKOR NTB menegaskan komitmennya untuk tetap berada bersama rakyat, mendukung penegakan hukum, mengawal terwujudnya pemerintahan yang bersih, serta ikut menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
Sapari berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya Ormas, LSM, dan OKP, tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan merusak persaudaraan.
“Jangan biarkan kepentingan kelompok mengalahkan kepentingan bangsa dan negara. Persatuan harus kita jaga bersama demi keutuhan NKRI,” pungkasnya.


