Lombok Tengah, BarbaretoNews – Pasca pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang sempat diwarnai ketegangan politik, calon kepala desa terpilih Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Calon Kepala Desa (Kades) nomor urut 4, H. Lalu Karna Wijaya menggelar kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus momentum mempererat kembali hubungan antarmasyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Tanak Awu. Selain menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim, kegiatan ini juga dimaknai sebagai ajang rekonsiliasi untuk mencairkan kembali hubungan sosial masyarakat setelah perbedaan pilihan politik dalam kontestasi Pilkades.
H. Lalu Karna Wijaya mengatakan, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, setelah seluruh tahapan politik berlangsung, masyarakat diharapkan kembali membangun kebersamaan dan mengesampingkan perbedaan yang sempat terjadi.
Menurutnya, Pilkades harus menjadi momentum untuk menentukan arah kepemimpinan desa, bukan justru meninggalkan sekat dan perpecahan di tengah masyarakat.
“Pasca Pilkades, tidak boleh ada lagi perbedaan. Sekarang saatnya kita bersama-sama memikirkan kemajuan Desa Tanak Awu sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing, baik kalangan pemuda maupun para tokoh sepuh,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan desa ke depan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, dirinya ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai kalangan agar setiap persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat dibahas bersama.
Salah satu langkah yang akan didorong adalah menghidupkan kembali pertemuan atau rembuk desa secara rutin. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi dan musyawarah untuk membicarakan berbagai persoalan sekaligus merumuskan langkah strategis bagi kemajuan Desa Tanak Awu.
“Kita ingin ke depan ada pertemuan dan rembuk secara rutin. Semua elemen masyarakat bisa duduk bersama, menyampaikan gagasan, serta mencari solusi demi kemajuan desa,” tambahnya.
Di sisi lain, H. Lalu Karna Wijaya juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pendukungnya, agar tetap menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana dan menyerahkan seluruh proses yang masih berjalan kepada pihak-pihak terkait.
Menurutnya, menjaga kondusivitas desa jauh lebih penting daripada mempertajam perbedaan akibat kontestasi politik.
Melalui kegiatan santunan anak yatim tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Tanak Awu kembali terjalin.
“Sebab, setelah Pilkades usai, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan bersama-sama membangun desa ke arah yang lebih baik,” tutupnya.


