MATARAM – Dukungan terhadap Mori Hanafi untuk kembali memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 terus mengalir. Sedikitnya enam cabang olahraga (cabor) secara terbuka menyatakan dukungan agar Mori kembali memimpin organisasi olahraga tersebut.
Para pengurus cabor menilai Mori Hanafi merupakan figur yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan KONI NTB, terutama dalam mengawal persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak Mori Hanafi selama memimpin KONI NTB. Selain dinilai berhasil memperjuangkan NTB menjadi tuan rumah PON 2028, Mori juga dianggap mampu membangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah pusat sehingga berbagai kepentingan olahraga daerah dapat diperjuangkan secara maksimal.
Perwakilan Pengurus Cabang Angkat Besi NTB, Karina, mengatakan perjuangan menjadikan NTB sebagai tuan rumah PON bukanlah pekerjaan yang mudah. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif Mori Hanafi dalam membangun komunikasi dan melakukan lobi di tingkat nasional.
“Beliau telah menunjukkan kegigihan dalam memperjuangkan olahraga NTB. Sebagai anggota DPR RI, komunikasi beliau dengan pemerintah pusat juga menjadi nilai tambah. Karena itu, kami secara bulat mendukung Pak Mori Hanafi kembali menjadi Ketua KONI NTB,” ujar Karina.
Ia menambahkan, Mori Hanafi juga dinilai berhasil memperjuangkan agar sejumlah cabang olahraga unggulan NTB tetap dipertandingkan pada PON 2028. Karena itu, kesinambungan kepemimpinan dianggap penting agar seluruh program pembinaan atlet dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami tidak ingin persiapan menuju PON 2028 terganggu hanya karena harus memulai kembali proses adaptasi dengan kepemimpinan baru. Yang dibutuhkan saat ini adalah keberlanjutan program,” tambahnya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Pengprov Bridge NTB, Ainul Yakin. Menurutnya, Mori Hanafi memiliki jejaring yang luas, baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga diyakini mampu memperkuat posisi KONI NTB dalam membangun kemitraan sekaligus memperjuangkan kebutuhan para atlet.
“Kami membutuhkan figur yang memiliki networking yang baik di daerah maupun pusat. Dengan kualitas tersebut, kami yakin beliau mampu membawa KONI NTB semakin maju. Saat ini ada sekitar 40 cabang olahraga yang menjadi bagian dari KONI, dan kami optimistis beliau mampu membawa organisasi ini lebih sukses ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Teqball NTB, Wolini, juga menyatakan dukungan kepada Mori Hanafi. Ia menilai kepemimpinan Mori selama ini telah memberikan hasil positif dan membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan berbagai cabang olahraga, termasuk cabang olahraga baru.
Dukungan juga datang dari Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) NTB. Pengurus PBSI menilai Mori Hanafi merupakan sosok yang paling tepat memimpin KONI NTB dalam mengawal pembinaan atlet dan kesiapan organisasi menuju PON 2028.
Ketua Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) NTB, Bambang Angkasono, menegaskan dukungan yang diberikan bukan didasarkan pada kedekatan personal, melainkan pada rekam jejak dan komitmen Mori Hanafi dalam memajukan olahraga di Nusa Tenggara Barat.
“Kami memilih figur yang benar-benar mau berjuang untuk kemajuan olahraga NTB. Saya sudah cukup lama mengenal dan bergaul dengan Pak Mori. Dukungan ini bukan karena kedekatan, tetapi karena kami melihat langsung kinerja dan komitmen beliau dalam membangun olahraga di NTB,” tegas Bambang.
Menguatnya dukungan dari sedikitnya enam cabang olahraga tersebut semakin memperkokoh posisi Mori Hanafi menjelang pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026–2030.
Para pengurus cabor berharap kepemimpinan yang telah berjalan selama ini dapat terus berlanjut sehingga persiapan sebagai tuan rumah PON 2028 dapat dilakukan secara lebih terarah, berkesinambungan, dan mampu menghasilkan prestasi terbaik bagi NTB di ajang olahraga nasional tersebut.

