Lombok Tengah, Barbaretonews — Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Tim gabungan dari Polda NTB dan Polres Lombok Tengah telah turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan sumber api sekaligus mengetahui faktor yang menyebabkan kebakaran terjadi.
Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) terlihat mengumpulkan sejumlah informasi di lokasi, termasuk mengambil dokumentasi dan meminta keterangan dari warga yang terdampak.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Hariyanto, mengatakan pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran karena proses identifikasi masih berlangsung.
“Untuk penyebabnya sampai sekarang belum. Kita tunggu hasil identifikasi dari tim,” kata Hariyanto saat meninjau lokasi.
Menurutnya, kepolisian juga berencana meminta dukungan dari tim terkait di Bali untuk membantu proses penanganan dan penyelidikan.
Pasca-kejadian, sekitar 100 personel gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah dikerahkan. Mereka bertugas melakukan pengamanan kawasan, membantu proses evakuasi, serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali.
Di tengah proses penyelidikan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memprioritaskan penanganan warga yang terdampak.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan jajaran TNI, kepolisian, serta organisasi perangkat daerah untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Pemkab mulai menyiapkan tenda darurat dan logistik di sekitar Kantor Desa Rembitan. Selain kebutuhan dasar, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi warga yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
“Dinas Pendidikan juga melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak. Semua dinas mengambil bagian dalam penanganan ini,” ujar Pathul.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan warga yang kini sebagian mengungsi ke rumah keluarga masing-masing. Pendataan dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau dan mencegah munculnya penyakit menular di lokasi pengungsian.
Pathul menyebut pengalaman penanganan bencana sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengantisipasi persoalan kesehatan, termasuk potensi munculnya penyakit seperti muntaber.
Selain penanganan darurat, Pemkab Lombok Tengah memastikan kebutuhan pendidikan dan kesehatan warga terdampak menjadi perhatian. Sementara terkait penyebab kebakaran, pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.
“Ini masih diidentifikasi oleh Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah. Untuk saat ini kita fokus pada penanganan warga terlebih dahulu,” tegasnya.


