Lombok Tengah, BarbaretoNews – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tak sekadar menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa. DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Tengah bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah memilih merayakannya melalui aksi sosial dengan berbagi kasih bersama para lanjut usia (lansia), Rabu (28/10).
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian pemuda terhadap masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian. Semangat persatuan dan gotong royong yang terkandung dalam Sumpah Pemuda diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ketua DPD II KNPI Lombok Tengah, Lalu Abdul Wazir mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan pengucapan ikrar. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Refleksi Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan menggelar upacara, menyampaikan pidato, atau mengucapkan ikrar persatuan. Semangat Sumpah Pemuda harus hadir dalam tindakan nyata, salah satunya dengan berbagi, menghormati, dan memberikan perhatian kepada para orang tua kita,” tegas Wazir.
Menurutnya, para lansia merupakan bagian penting dari perjalanan kehidupan masyarakat. Pengalaman dan kontribusi mereka patut dihargai, sementara perhatian terhadap mereka menjadi salah satu bentuk nyata penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Wazir juga menegaskan bahwa generasi muda harus mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial, bukan sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah.
“Pemuda Lombok Tengah harus hadir di tengah masyarakat, membangun solidaritas, merawat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Kolaborasi antara KNPI dan pemerintah daerah merupakan langkah penting untuk membangun daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara KNPI dan Pemda Lombok Tengah dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama.
Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat. Keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.
Melalui kegiatan berbagi kasih tersebut, DPD II KNPI Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan kepemudaan yang progresif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah yang dikenang, melainkan semangat yang harus dihidupkan. Pemuda bersatu, masyarakat terawat, dan kemanusiaan tetap menjadi landasan perjuangan,” tutup Wazir.


