Lombok Tengah, BarbaretoNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mendistribusikan sebanyak 70 tangki air bersih hingga Oktober 2026 untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih tersebut menyasar enam kecamatan, yakni Jonggat, Praya Timur, Praya, Praya Tengah, Pujut, dan Praya Barat. Permintaan bantuan air bersih masih terus berdatangan dari sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lombok Tengah, Lalu Wirya Adi Putra, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan permintaan dari wilayah yang terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih kami lakukan berdasarkan permintaan dari wilayah yang terdampak. Sampai Oktober ini, sudah 70 tangki air bersih yang kami distribusikan,” ujarnya.
Dalam memenuhi kebutuhan warga, BPBD Lombok Tengah mengandalkan dua unit mobil tangki yang dimiliki, masing-masing berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter.
Namun, keterbatasan armada membuat BPBD membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah lembaga dan instansi turut membantu pendistribusian air bersih, di antaranya, PDAM Loteng, BPBPK NTB, LAZ DASI NTB, BPBD Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan Polresta Lombok Tengah.
Wirya mengungkapkan, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak cukup tinggi. Untuk satu dusun saja, kebutuhan distribusi dapat mencapai empat mobil tangki, bergantung pada jumlah warga dan kondisi di lapangan.
Di sisi lain, proses pendistribusian tidak selalu berjalan mudah. BPBD kerap menghadapi kendala saat menjangkau wilayah dengan kondisi medan yang terjal dan tanjakan curam. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi armada pengangkut air bersih.
Menariknya, permintaan bantuan air bersih tahun ini tidak hanya datang dari wilayah yang selama ini dikenal rawan kekeringan. Sejumlah wilayah di bagian utara Lombok Tengah, termasuk Batukliang Utara (BKU), juga mulai mengajukan permintaan distribusi air bersih.
Menurut Wirya, pola wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih mengalami perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut beberapa tahun lalu.
Di sejumlah dusun yang sebelumnya rutin meminta bantuan air bersih, kini kebutuhan distribusi mulai berkurang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perubahan tersebut adalah keberadaan sumur bor yang membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Meski demikian, masih terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, sehingga BPBD harus menyesuaikan pola distribusi berdasarkan kondisi dan permintaan terbaru dari masyarakat.
BPBD Lombok Tengah saat ini memiliki cadangan sebanyak 127 tangki air bersih. Stok tersebut menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau.
Wirya menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memenuhi permintaan distribusi air bersih dari masyarakat. Penyaluran bantuan diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2026, menyesuaikan kondisi cuaca dan tingkat kebutuhan di lapangan.
Dengan kebutuhan yang masih tinggi dan munculnya wilayah terdampak baru, dukungan armada dari berbagai pihak menjadi penting agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara optimal.


