Lombok Tengah, BarbaretoNews – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lombok Tengah periode baru resmi dilantik pada Minggu (1/11).
Dipimpin L.M. Faisal Rabbani, kepengurusan ini berkomitmen mengawal pembangunan daerah melalui gerakan mahasiswa yang kritis dan berpihak kepada masyarakat.
Pelantikan tersebut mengusung tema “Manifesto PMII Lombok Tengah untuk Mengawal Kemajuan Daerah”. Dalam momentum yang sama, Citra Nanda Aulia juga resmi dilantik sebagai Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Lombok Tengah.
Ketua PC PMII Lombok Tengah, L.M. Faisal Rabbani, menegaskan manifesto yang diusung bukan sekadar slogan organisasi. Menurutnya, tema tersebut harus menjadi arah gerakan kader PMII dalam mengawal berbagai kebijakan dan pembangunan di Lombok Tengah.
“Manifesto PMII Lombok Tengah harus menjadi kompas gerakan. Kita tidak ingin PMII hanya hadir dalam ruang formalitas organisasi, tetapi harus hadir di tengah masyarakat,” tegas Faisal dalam sambutannya.
Dia mengatakan, pelantikan bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar organisasi. Karena itu, PMII dituntut mampu membaca dan merespons berbagai persoalan daerah, mulai dari sektor sosial, ekonomi, pendidikan hingga tata kelola pemerintahan.
Faisal juga mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun besarnya investasi yang masuk.
Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan pemerataan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua KOPRI PC PMII Lombok Tengah, Citra Nanda Aulia, menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan utuh apabila perempuan masih berada dalam posisi marginal dan belum mendapatkan ruang partisipasi yang setara.
“Kemajuan daerah tidak akan pernah utuh apabila perempuan masih ditempatkan pada posisi marginal. KOPRI harus menjadi ruang pembentukan perempuan yang berdaya, berpengetahuan, dan berani mengambil bagian dalam perubahan sosial,” ujar Citra.
Dia juga menyoroti persoalan ketimpangan gender, kekerasan terhadap perempuan, hingga masih terbatasnya ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam proses pembangunan.
Melalui kepengurusan baru ini, PC PMII Lombok Tengah menegaskan komitmennya membangun hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan daerah secara kritis, independen, dan konstruktif.
PMII juga diharapkan tidak hanya menjadi organisasi kaderisasi, tetapi mampu mengambil peran strategis sebagai kekuatan intelektual mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik dan mendorong pembangunan Lombok Tengah yang lebih inklusif.


