BerandaBlogRekam Jejak M. Hasyim: Dekat dengan Warga, Bangun Infrastruktur hingga Cetak Atlet...

Rekam Jejak M. Hasyim: Dekat dengan Warga, Bangun Infrastruktur hingga Cetak Atlet Berprestasi

Lombok Tengah, BarbaretoNews – Rekam jejak M. Hasyim selama menjabat Kepala Desa Aimual, Kecamatan Praya, menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di tengah masyarakat. Mulai dari pembangunan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, memperjuangkan infrastruktur jalan, hingga membangun fasilitas olahraga bagi generasi muda, sejumlah program dijalankan di tengah keterbatasan anggaran desa.

Di luar pembangunan fisik, Hasyim dikenal mengedepankan pendekatan langsung kepada masyarakat. Ia memilih aktif bersilaturahmi, mendatangi warga, menyerap keluhan, hingga hadir ketika masyarakat tertimpa musibah.

Bagi Hasyim, menjadi pemimpin desa bukan sekadar menjalankan urusan administrasi dari balik meja kantor. Seorang kepala desa, menurutnya, harus mengetahui secara langsung kondisi masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi.

“Intinya, masyarakat bukan hanya mencari buah tangan dari kita, tetapi kehadiran,” ungkapnya.

Kebiasaan bermasyarakat itu bukan hal baru bagi Hasyim. Sebelum menjabat kepala desa, ia telah terbiasa turun ke lapangan ketika masih menjadi kepala dusun. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya bahwa kedekatan dengan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan desa.

Bahkan, ia mengaku selalu menjaga telepon genggamnya tetap aktif selama 24 jam agar warga dapat menghubunginya kapan saja, terutama ketika terjadi musibah.

“Kalau ada musibah, orang meninggal atau kejadian lainnya, kita punya kewajiban untuk hadir. HP saya 24 jam tidak pernah dimatikan. Kapan pun ditelepon, kita harus siap,” katanya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Hasyim selama memimpin Desa Aimual adalah kebutuhan air bersih. Sejumlah wilayah, seperti Dusun Tegal, Pondok Songkar, dan Aimual Barat, menjadi bagian dari perhatian pemerintah desa.

Melalui pembangunan sumur bor di beberapa titik, termasuk Pondok Songkar, Tegal, dan Aimual, pemerintah desa berupaya membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Upaya tersebut dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Hasyim menyebut dana desa yang dikelola nilainya kurang dari Rp1 miliar, sementara kebutuhan pembangunan harus menjangkau 10 dusun.

Dari anggaran tersebut, ia memperkirakan dana yang bisa dialokasikan untuk pembangunan fisik hanya berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta. 

Jumlah itu dinilainya belum cukup untuk menuntaskan seluruh kebutuhan infrastruktur masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Hasyim mencari sumber dukungan lain di luar anggaran desa. Salah satunya melalui program aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.

Menurutnya, sejumlah pembangunan jalan di wilayah Desa Aimual telah terealisasi melalui jalur aspirasi tersebut. Langkah itu menjadi salah satu upaya untuk memperluas dukungan pembangunan di tengah keterbatasan kemampuan keuangan desa.

Ia juga mengingat masa sulit ketika anggaran mengalami tekanan setelah gempa bumi pada 2019 dan pandemi Covid-19 pada 2020, yang disertai pemangkasan anggaran.

Meski demikian, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam menentukan program pembangunan yang dapat dilaksanakan.

Tidak hanya memperhatikan infrastruktur dasar, Hasyim juga mendorong pembangunan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan sosial dan pengembangan bakat generasi muda.

Pembangunan gedung serbaguna dan fasilitas olahraga, termasuk lapangan badminton, menjadi salah satu program yang dijalankan menggunakan dana desa.

Hasyim mengaku sempat mendapat cemoohan dari sebagian masyarakat ketika pembangunan fasilitas olahraga tersebut dilakukan. Namun, ia memilih melanjutkan program itu karena melihat adanya manfaat yang dapat dirasakan warga.

Baginya, fasilitas olahraga tidak hanya berfungsi sebagai tempat beraktivitas fisik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dari 10 dusun.

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat berkumpul, mempererat silaturahmi, bertukar pikiran, hingga menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah desa.

Fasilitas itu juga dimanfaatkan untuk pembinaan olahraga bagi anak-anak dan remaja, termasuk peserta usia dini dan tingkat sekolah dasar yang dibina binaan hingga menjadi juara. 

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian yang mendorong pemerintah desa untuk terus memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan dan bakat mereka.

Bagi Hasyim, keberhasilan memimpin desa tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya bangunan fisik yang berdiri saja. Kedekatan dengan masyarakat, kemampuan menyerap aspirasi, serta kesediaan hadir ketika warga membutuhkan juga menjadi bagian penting dari pengabdian seorang kepala desa.

Fery Padly
Fery Padly
Fery Padly adalah penulis BarbaretoNews yang meliput isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi dan peristiwa daerah di Nusa Tenggara Barat. Ia aktif melakukan peliputan lapangan dan penulisan berita berbasis fakta dengan mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi sumber sesuai Pedoman Media Siber.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular