Lombok Tengah, BarbaretoNews – RSUD Praya, Kabupaten mulai mengoperasikan layanan tindakan jantung melalui fasilitas catheterization laboratory (Cathlab). Pelaksanaan tindakan perdana ini menjadi langkah baru dalam memperluas akses pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat setempat.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengatakan, pengoperasian Cathlab tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit jantung tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.
Pada tahap awal, pelaksanaan tindakan didampingi tim dokter dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta serta tenaga medis dari RSUD Provinsi NTB.
“Hari ini merupakan awal peresmian layanan Cathlab. Kami berharap layanan ini bisa dikelola secara maksimal sehingga masyarakat Lombok Tengah mendapatkan pelayanan jantung yang memadai,” kata Pathul.
Pathul menyampaikan apresiasi kepada jajaran direksi RSUD Praya, baik pimpinan sebelumnya maupun yang saat ini bertugas, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah mempersiapkan pengoperasian layanan tersebut.
Menurutnya, pasien pertama yang menjalani tindakan di fasilitas itu telah selesai ditangani. Ia berharap pelaksanaan tindakan jantung di RSUD Praya dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pasien pertama sudah selesai menjalani tindakan. Mudah-mudahan pelayanan ini terus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pathul juga menilai fasilitas Cathlab yang tersedia telah memadai berdasarkan pendampingan tim medis. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemeliharaan fasilitas serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar layanan tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, jumlah kasus penyakit jantung di Lombok Tengah diperkirakan mencapai 700 kasus dalam satu semester. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap pelayanan jantung yang mudah dijangkau masyarakat.
Namun, Pathul mengatakan jumlah pasien yang nantinya dapat ditangani melalui Cathlab RSUD Praya masih perlu dievaluasi seiring berjalannya pelayanan.
Sebelumnya, RSUD Praya juga telah mengembangkan layanan cuci darah atau hemodialisis yang melayani sekitar 16 tindakan per hari.
Sementara itu, Manager Jejaring dan Kerja Sama Global RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Nurhasanah, mengatakan pengembangan layanan jantung di RSUD Praya merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan kesempatan memperoleh penanganan jantung secara optimal tanpa harus selalu pergi ke daerah lain untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
“Kami berkomitmen mendukung rumah sakit jejaring dan memperkuat tata kelola pelayanan. Harapannya, tidak ada kesulitan bagi masyarakat untuk mendapatkan tindakan jantung,” ujarnya.
Nurhasanah menjelaskan, pendampingan tidak hanya dilakukan pada saat tindakan perdana. RS Harapan Kita juga akan melanjutkan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan pelayanan di RSUD Praya.
Dalam rangkaian kegiatan awal tersebut, tim pendamping bersama RSUD Praya juga merencanakan penanganan delapan pasien nonbedah hingga hari berikutnya.
Ia menambahkan, kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan telah melalui proses audit serta pendampingan sebelum tindakan perdana dilaksanakan. Dengan demikian, pelaksanaan pelayanan dilakukan dengan mengacu pada standar yang dipersyaratkan.
Selain RS Harapan Kita sebagai rumah sakit pengampu nasional, RSUD Praya juga mendapatkan pendampingan dari RSUD Provinsi NTB sebagai bagian dari pengampuan di tingkat regional.
“Program pengampuan ini berkesinambungan. Kami tidak melepas begitu saja, tetapi terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar pelayanan di RSUD Praya dapat berjalan secara optimal,” katanya.
Nurhasanah juga berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memberikan dukungan, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan sumber daya manusia, serta tata kelola pelayanan kesehatan.
Dengan mulai beroperasinya Cathlab, RSUD Praya diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan jantung sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari penanganan ke luar daerah.


