BerandaBlogDugaan Pelecehan Seksual Terkuak, Wali Santri Ramai-ramai Jemput Anak dari Ponpes ABW...

Dugaan Pelecehan Seksual Terkuak, Wali Santri Ramai-ramai Jemput Anak dari Ponpes ABW Loteng

Lombok Tengah, BarbaretoNews — Kabar mengenai dugaan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) ABW, Lombok Tengah, memicu kepanikan di kalangan wali santri.

Kekhawatiran tersebut terlihat jelas pada Selasa (22/9/2026). Sejumlah besar orang tua mendatangi lingkungan ponpes untuk menjemput anak mereka dan membawa pulang barang-barang yang masih berada di asrama.

Bukan sekadar ingin memastikan kondisi anak, sebagian wali santri bahkan memilih menghentikan sementara aktivitas pendidikan anak mereka di pondok. Langkah tersebut diambil karena para orang tua mengaku sudah merasa tidak tenang setelah mengetahui informasi mengenai dugaan pelecehan seksual tersebut.

Dari pantauan di lokasi, para wali santri terlihat berbondong-bondong memasuki area asrama. Mereka mengambil perlengkapan dan barang pribadi anak masing-masing untuk dibawa pulang.

Raut kecemasan terlihat dari sejumlah orang tua yang datang. Salah satunya Susanti, wali santri asal Puyung. Ia mengaku sangat terpukul setelah mengetahui informasi yang beredar.

“Kaget banget sampai nggak bisa tidur saya. Kalau saya jantungan mungkin sudah pingsan,” ujar Susanti.

Sebagai ibu yang memiliki anak perempuan yang masih menempuh pendidikan di ponpes tersebut, Susanti mengaku kekhawatiran terhadap keselamatan anaknya kini sulit dihilangkan.

Menurutnya, sebagai orang tua, rasa cemas merupakan hal yang sulit dihindari ketika muncul informasi mengenai dugaan kekerasan atau pelecehan yang terjadi di lingkungan pendidikan tempat anak mereka tinggal.

“Munafik ya kalau bilang tidak (khawatir),” katanya.

Keresahan serupa dirasakan Sahnem, salah seorang wali santri asal Praya. Ia mengatakan kabar tersebut menjadi beban pikiran bagi para orang tua.

Terlebih, menurut dia, kondisi sejumlah anak juga ikut terdampak secara psikologis setelah munculnya kabar tersebut.

“Itulah yang jadi bahan pikiran kita. Kalau di sini anak-anak juga trauma, sudah amankan dulu di rumah,” tegasnya.

Bagi sejumlah wali santri, membawa anak pulang untuk sementara menjadi pilihan untuk memastikan mereka berada dalam kondisi aman dan berada di bawah pengawasan keluarga.

Tidak berhenti sampai menjemput anak, sebagian orang tua bahkan mulai mempertimbangkan untuk memindahkan pendidikan anak mereka ke lembaga lain.

Seorang wali santri asal Bagek Polak, Lombok Barat, mengaku sudah tidak merasa nyaman melanjutkan pendidikan anaknya di ponpes tersebut.

“Sudah nggak nyaman sudah kalau begini. Hari ini saya jemput sekalian ambil surat pindahkan,” pungkasnya.

Gelombang penjemputan tersebut menunjukkan besarnya keresahan wali santri setelah mencuatnya dugaan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan pimpinan ponpes.

Namun, dugaan tersebut tetap perlu diklarifikasi dan dibuktikan melalui proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Pihak Ponpes Abul Barokat juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan keterangan dan tanggapan atas tuduhan yang beredar.

Fery Padly
Fery Padly
Fery Padly adalah penulis BarbaretoNews yang meliput isu pemerintahan, hukum, politik, ekonomi dan peristiwa daerah di Nusa Tenggara Barat. Ia aktif melakukan peliputan lapangan dan penulisan berita berbasis fakta dengan mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi sumber sesuai Pedoman Media Siber.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular